Filed under: nDuy punya omongan
Lagi Kp (kerja praktek), tanpa disengaja menggunakan fasilitas internet kantor dan tanpa disengaja ada topik karburisasi, padahal kpnya di Elnusa… Ngobrol-ngobrol… apa pula itu karburisasi???… Sok atuh dibaca klo mo tau… sebelumnya ini sumber tulisan didapat dari situs yang banyak tau gitu.. wikipedia.com namanya, dengan terlebih dahulu telah melalui proses editing dan translete dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia sekenanya…weleh…weleh..
-ga apa2 lah, coz it’s just for fun-
Karburisasi merupakan salah satu proses perlakuan panas dimana besi atau baja dipanaskan (tapi dipanaskan dibawah titik leleh logam besi/baja tersebut) bersama dengan material lain (yang mengandung karbon pastinya…) yang kemudian akan terjadi pembebasan karbon sehingga menjadi material bebas dan kemudian ’menelusup’ masuk ke permukaan (dengan kedalaman tertentu). Bagian luar permukaan atau bagian cetakan akan mengandung karbon lebih banyak dibanding origin materialnya (red: material aslinya). Ketika Besi atau Baja didinginkan secara cepat dengan proses quenching, bagian dengan kadar karbon lebih besar pada bagian permukaan akan menjadi sangat keras (mau tau kenapa??? Silahkan googling dengan kata kunci: martensite), sedangkan bagian intinya atau sisanya lunak dan tangguh. (Wah bisa begitu?? Hebat yo….!)


karburisasi teh di-bakar..trus di-quench
Metode Karburisasi
Karburisasi pada baja merupakan perlakuan panas pada permukaan logam yang dapat dilakukan dengan menggunakan gas, cairan, padatan atau plasma yang mengandung karbon. Teknik karburisasi sekarang-sekarang ini menggunakan aplikasi langsung dari (red: menggunakan) charcoal packed (yakni benda yang masih satu family sama si ”areng” yang biasa kita pake buat bakar sate) sebagai sumber karbon pada karburisasi logam (logam yang dikarburisasi biasa disebut case hardening atau Kolsterisasi). Namun untuk teknik yang modern (red: terbilang lebih unggul) menggunakan penghasil karbon (carbon bearing) dalam bentuk gas atau plasma (seperti karbon dioksida atau metan). Proses ini (yang modern maksudnya) dipengaruhi terutama oleh komposisi gas sekitar dan temperatur furnace (furnace = ’kakaknya’ oven yang biasa digunakan sebagai peralatan rumah tangga), dimana kedua hal tersebut harus sangat diperhatikan (kedua hal tersebut: temperatur sama komposisi gas maksudnya, takutnya kelupaan karena kebanyakan keterangan-keterangan bacaan kayak gini, udah ga sesuai dengan eyd dan tata bahasa yang benar lagi, harusnya kan dibikin note aja atau catatan kaki diakhir halaman ini,.. loh.. koq jd bahas ini, mangga atuh diterusin aja bacanya dan keep focus..), begitu pula dengan panas yang akan mempengaruhi mikrostruktur dari material tersebut (mikrostruktur: sejenis sel klo dalam makhluk hidup). Agar aplikasi dimana kontrol terhadap komposisi gas dan temperatur berjalan sesuai harapan, karburisasi biasanya dilakukan pada vacuum chamber (read: ruang hampa udara) dengan tekanan yang sangat rendah.

mikrostruktur hasil karburisasi
Nah, dengan membaca ini diharap nambah sesuatu nih pada diri kita, karena denger punya denger… teknik seperti ini ternyata banyak membantu dalam memperbaiki sifat permukaan dari komponen-komponen yang berbahan logam (besi baja pada umumnya), baik itu agar didapat ketahanan aus, ketahanan korosi, kekerasan yang tinggi pada permukaan dan lunak pada bagian tengah sehingga didapat ketahanan fatik yang lebih baik, dan juga agar ilmu metalurgi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari..(Pastinya…..Betul tidak anak metal??). So kalo kita tau, kan jadi bisa membantu… klo tidak tau, ya jadinya kan ………….. suruh aj buka ini ni… 8)
sekali lagi, -just for fun-
4 Comments so far
Leave a comment
Hah I’m actually the first reply to this amazing article!
Comment by Leonard Corona May 29, 2010 @ 7:00 pmbukannya penambahan unsur karbon pada permukaan pada bja dapat mempercepat terjadinya corosi!
Comment by zuhkri February 14, 2011 @ 4:59 pmSebab pada baja karbon (Fe3C) yang terkorosi bukan C-nya?
bukannya penambahan unsur karbon pada permukaan pada baja dapat mempercepat terjadinya corosi!
Comment by zuhkri February 14, 2011 @ 5:00 pmSebab pada baja karbon (Fe3C) yang terkorosi bukan C-nya?
eh?? koq karbonnya sih? klo reaksi korosi bukannya begini = Fe2+ + O2 –> Fe2O3
Comment by ndoey February 16, 2011 @ 7:47 pmatau jenis korosi lainnya ya? uh,,, payah nih ane